Assalaamu’alaykum.
Selamat pagi, selamat memulai hari ini dengan bahagia.
Perasaan. Ya, perasaan. Kamu bebas menafsirkan ‘perasaan’ disini sebagai perasaan dalam bentuk apapun. Perasaan terhadap orang yang kamu sayang mungkin dapat dengan mudahnya diekspresikan bagi sebagian orang. Tapi, bagi sebagian orang lainnya, perasaan tidak se-sederhana itu. Butuh keberanian dan kepercayaan diri untuk dapat mengekspresikan atau hanya sekedar menyampaikannya meskipun tidak secara langsung.
Tapi apakah hal tersebut membuat kasih sayangnya tidak berarti apa-apa? Sayangnya tidak. Sayang itu tetap dan selalu ada. Mungkin tidak didepanmu, tapi di belakangmu meskipun kamu tidak mengetahuinya. Hanya saja… orang yang dia sayang tidak menyadarinya. Ya, itulah kelemahannya. Bagi seorang pemendam perasaan, percayalah ini sangat membuatnya frustasi. Dia tidak bisa menjelaskan perasaannya. Dia hanya ingin tetap ada di sisi orang yang dia kasihi. Dia takut apabila dia menunjukkan perasaannya, orang yang dia kasihi menjauh pergi. Dia takut jika orang yang ditunggunya bukanlah dia.
Biarlah seperti ini. Menyayanginya dari sini. Akan tetapi jika kamu memiliki perasaan yang sama, apakah pernah sekalipun kamu melihat dia? Memahaminya? Melihat seberapa berartinya kamu di mata dia? Pernahkah? Tidakkah kamu melihat sedikit saja perjuangan dia? Tidakkah kamu menyadari dia melakukan sesuatu yang belum pernah dia lakukan terhadap orang lain sekalipun? Ah ya maafkan dia. Dia tidak bermaksud memaksamu untuk memahaminya. Dia mengerti bahwa dirinya tidak mudah dipahami. Tidak apa, dia memang selalu seperti ini. Maafkan dia yang belum sempat membalas semua kebaikanmu.
Lewat tulisan ini, dia hanya ingin menyampaikan bahwa kamu sangat berarti buatnya. Tidak peduli kamu membacanya atau tidak. Semoga kamupun bahagia.
Meilia
Yogyakarta,Dec 24th 2015





